Istilah-istilah dalam menjahit



Saat kalian akan belajar menjahit sebelumnya kalian harus tau dulu nih apa aja istilah2 yang ada pada mesin jahit atau kata-kata dalam menjahit dan kegunaannya...

Spool Pin (Tiang Dudukan Benang)Bagian ini merupakan tempat untuk menaruh gulungan benang yang digunakan selama proses berlangsungnya kegiatan jahit menjahit.

Spool Thread (Benang)
Bagian ini proses pertama dalam kegiatan jahit menjahit, yaitu menarik benang untuk dimasukan ke tuas benang atas.

Thread Take-Up (Tuas Benang Atas)
Ini adalah bagian dimana benang dimasukan ke lubang tuas ini sebelum menuju ke lubang berikutnya

Thread Guide (Panduan Pemasuk Benang)
Dalam rangka menjalankan proses jahit, bagian ini tidak boleh terlewatkan karena bagian ini sangat penting. Jika ada kesalahan sedikit di bagian ini dapat menyebabkan jahitan tidak rapi. Biasa pemula dalam menjahit binggung di area ini.

Needle (Jarum)
ini semua pasti sudah tahu ya. Ini merupakan jarum untuk menjahit, kalau tidak ada jarum ya tidak ada jahitan, itu pastinya hehehe. Jadi di bagian ini saya akan menjelaskan ukuran jarum dan tipe jarum yang bisa digunakan.
Ukuran Jarum :
  • #9 untuk bahan jersey
  • #11-13 untuk bahan kaos
  • #14-16 untuk bahan katun
  • #18 untuk bahan jeans/denim
  • #21 untuk bahan jeans & kulit
Untuk setiap mesin jahit itu memiliki jenis jarum yang berbeda-beda. Mesin Portable hanya bisa menggunakan jenis jarum HA sedangkan mesin industri hanya bisa menggunakan jenis jarum DB. Kalau dipaksakan jarum tidak akan bisa terpasang di mesin kalau sampai salah jarum.

Jenis Jarum :
  • HA untuk jenis mesin portable baik mesin jahit portable, mesin obras portable, mesin bordir portable, mesin jahit manual yang warna hitam itu.
  • DB untuk mesin industri baik mesin jahit,obras,bordir industry. Untuk ukuran dan jenis jarum sangat berpengaruh dalam hasil jahitan.
Sticth Selection Panel (Pemilih Pola Jahitan)Bagian ini hanya ada di mesin jahit portable, bagian ini merupakan untuk memilih pola jahitan seperti jahit zig zag, jahit semi obras, jahit lurus, pasang kancing, lubang kancing, dll. Mesin Jahit Portable biasa di sebut mesin multifungsi.

Presser Foot Lifter (Pengangkat Sepatu)
Sebelum menjahit, sepatu harus diangkat. Cara mengankatnya ya dengan tuas pengangkat sepatu ini gunanya untuk memasukan bahan atau pada saat mau ganti jarum.

Presser Foot (Sepatu)
Bagian ini merupakan untuk menahan bahan. Jika kamu mau melakukan jahitan yang berbeda seperti jahit lubang kancing ya kamu harus ganti sepatu dulu. Sepatu untuk mesin jahit portable ada banyak ragam. Contohnya : sepatu resleting, sepatu pasang kacing, sepatu lubang kancing, sepatu semi obras, sepatu bordir, sepatu quilting.

Feed Dogs (Gigi Mesin Jahit)
Gigi mesin jahit terletak tepat di bagian bawah sepatu mesin jahit. Fungsi utama dari bagian ini adalah sebagai penggerak atau pendorong kain disaat menjahit.

Bobbing Compartment (Rumah Sekoci)
Bagian ini ada sarang sekoci yang dimana digunakan untuk menaruh sekoci agar benang dapat tertarik ke atas. Jika benang nyangkut, cara benerinnya ya dibongkar saranganya untuk diambil benangnya.

Bobbin Case (Sekoci)
Komponen berukuran kecil pada mesin jahit yang berbentuk menyerupai perahu ini berfungsi sebagai tempat meletakkan kumparan benang yang berada di bawah jarum.  Setelah spul dimasukkan ke dalam skoci, selanjutnya alat ini dipasang pada rumah sekoci.

Bobbin (Spul)
Spul merupakan bagian mesin jahit yang berfungsi sebagai pengisi benang bawah.

Bobbing Winder (Penggulung Bobbin)
Roda spul pada mesin jahit berguna untuk mengisi spul dengan benang jahit, ketika spul hendak digunakan.

Balance Wheel (Roda Imbang)
Roda imbang yang terletak pada bagian sebelah kanan mesin jahit memiliki peran yang sangat penting yaitu berguna untuk memulai dan memberhentikan mesin jahit.

Stich Width Regulator (Pengatur Lebar Jahitan)
Ini merupakan bagian untuk mengatur lebar jahitan jika kamu mau jahitannya lebar atau semakin kecil.

Stich Lenght Regulator (Pengatur Panjang Jahitan)
Bagian ini berfungsi sama dengan pengatur lebar jahitan bedanya yang diatur adalah jarak antar jahitannya.

Reverse Lever (Kunci Jahitan)
Bagian ini merupakan tuas mundur jahitan yang dimana jahitan akan berjalan mundur. Gunanya untuk kunci jahitan agar jahitan yang sudah selesai, benangnya kuat.

Foot Pedal (Pedal Kaki)
Pedal mesin jahit merupakan bagian yang berguna untuk menjalankan mesin jahit. Cara kerja dari alat ini adalah dengan cara di injak mengunakan kaki.


LANGKAH-LANGKAH MELETAKAN POLA

 Melipat lebar bahan menjadi dua.Bahan dibentangkan diatas meja dalam keadaan lebar kain dilipat dua, kain dalam keadaan lurus, datar dan kalau lecek sebaiknya disetrika terlebih dahulu,
Penting untuk tahu dimana grainline/straight grain atau yang disebut dengan arah serat kain sebelum meletakan pola di atas kain. Straight grain itu sejajar dengan tepi kain (selvedge)letakkan seluruh pola, atur layout nya, sebaiknya dimulai dulu dari pola yang terbesar ke terkecil. posisikan dengan jarak yang berdekatan supaya tidak banyak bahan terbuang sia2 dan kita bisa menghemat bahanlalu jarum pentul in semua pola supaya tidak gerak ketika dipotongpotong dengan gunting kain yang tajam.Kalau pola belum ada kampuh (kampuh itu bagian lebihan untuk dijahit).. Berilah tanda-tanda batas kampuh dengan menggunakan kapur jahit. Aku rekomenin kalian buat langsung memberikan kampuh ketika membuat pola supaya bisa menghemat waktu dan ketika membuat baju ini lagi gak perlu menambahkan ulang kampuhnya.

Pengetahuan umum tentang pola
Kampuh  didefinisikan sebagai bagian bahan yang disisakan diluar batas garis jahitanKampuh ini merupakan tempat untuk menggabungkan dua potong bahan kain yang dijahit sesuai garis pola baju

Kupnat
adalah bagian yang dijahit bentuknya menyerupai panah dengan cara dilipat untuk mendapatkan ukuran yang sesuai dan lebih pas body. Cara menjahitnya adalah dengan cara melipat di garis tengah kupnat dan jahit sepanjang garis kupnat. Biasa nya ada di ketiak, dada dan pinggang.

Notch
adalah penanda. Notch digunakan untuk menandai bagian-bagian penting pola yang harus bersambungan dengan bagian lainnya, misal Notch untuk menandai titik pinggang, titik puncak

lengan dan lain-lain. Notch itu tanda mempermudah ketika menjahit

Cut unfold
(lipat kain)Ketika meletakkan pola ini di kain, kain harus dilipat terlebih dahulu, lalu pola ini diletakan di tepi lipatan itu, sehingga hasil potongan menyambung.
Tapi kalau mau bagian pola ini menjadi 2 potongan yang terpisah, berarti seluruh dari pola ini harus diberikan kampuh.


Pengetahuan tentang menjahit
Sample baju Sebelum dibuat ke bahan asli. Ada baiknya baju dibuat sample nya dulu menggunakan kain sisa atau kain murah atau yang paling banyakan digunakan orang untuk membuat sample adalah kain blacu. Saya pribadi lebih memilih menggunakan kain furing asahi karena murah cuman 10 ribu permeter, blacu nurut saya lebih kaku, tebel, dan harganya lebih mahal. Jadi saya pribadi prefer asahi.
Setelah sample jadi, lansgung dicoba ke badan, bisa dilihat hasilnya, apakah bagian tangannya kesempitan, atau bagian badan kurang membentuk badan, atau garis lehernya terlalu coak..tinggal di revisi di pola aja.

Penyelesaian dalam menjahit:

-Bis atau jahit bisban digunakan sebagai penutup pinggiran kain,  terlihat lebih rapi biasanya di bagian leher dan lengan.

-Hem hem ini artinya “garis” atau garis pakaian terbawah dimana merupakan pinggiran dari sebuah pakaian (dari kemeja, kaos dan lain-lain) yang kemudian dilipat 2x sedikit kedalam lalu dijahit.

-
Kelim adalah proses finishing berupa lipatan kecil sekitar setengah cm pada bagian bawah baju agar lebih rapi, cara kelim adalah lipat tepi sekali lalu jahit kemudian lipat sekali lagi lalu dijahit lagi. Sebenernya ada kaki jahit kelim, hanya saja orang2 biasa prefer jahit x manual untuk kelim. Biasanya kelim itu ada di bagian bawah rok, pinggiran kemeja, bawah lengan baju.

Kain Interlining (Kain Keras)  adalah kain yang digunakan sebagai pengeras yang melapisi pada bagian-bagian tertentu seperti kerah, lapisan baju, sehingga membantu membentuk siluet pakaian jadi lebih terlihat kokoh. Jenis Kain Interlining ada yang mempunyai lem atau perekat, cara merekatkannya tinggal disetrika di bahan kain utama.

-Lapisan baju ada Lapisan Bawah (Underlining), lapisan Dalam (Interfacing), Lapisan Antara (Interlining)

Bahan Pelapis (Lining) atau biasa disebut furing, Adalah bahan pelapis yang memberikan penyelesaian
yang lebih rapi karena jahitan dalam tertutupi oleh furing dan untuk menutupi bagian dalam baju. Kain furing ada kain furing ero, asahi, satin, dan sebagainya. Sebenernya optional, gak harus ada furing untuk baju kasual sehari-hari, krn kalo pake furing jadi double kainnya, jadi lebih tebal bajunya, bisa jadi terasa gerah. Tapi tergantung bahan, kalau bahan utamanya kasar atau tidak nyaman di kulit, sebaiknya menggunakan furing.  Furing tentunya menjadi pilihan untuk pakaian yg lebih formal kayak jas, gaun.

Neci atau wolsum 
adalah tehnik mengunci pinggiran kain agar tidak rusak dengan cara membungkus pinggiran baha. Ada mesin khusus neci. Neci beda dengan obras, neci itu jauh lebih kecil anyamannya, biasanya digunakan untuk menyelesaikan pinggiran kain halus semacem chiffon. Tidak harus punya mesin neci, kalau mau menyelesaikan pinggiran chiffon, bisa dikelim kecil.

itulah istilah-istilah umum yang sering dipakai dalam menjahit sebuah pakaian....