Mengenal Mesin Jahit dan Sejarahnya



Apasih itu mesin jahit? Tentunya kita sudah gak asing nih dengan kata mesin jahit.
Kita memang sering dengar kata mesin jahit dan sudah tahu dong pasti fungsinya untuk menjahit tapi kalian gak tau kan pengertian dari mesin jahit itu apa ?
Yuk kita simak berikut pengertian umum tentang mesin jahit…

Mesin jahit adalah alat utama untuk membuat sebuah produk sandang, selain bahan utama kain dan benang menjahit. Sesuai dengan kebutuhan untuk menjahit, mesin jahit ini di buat berdasarkan fungsinya, seperti yang akan di bahas kali ini dan berdasarkan survey di konveksi dan garment, mungkin bisa menjadi referensi juga untuk anda yang ingin mulai membuka usaha konveksi.
Sesuai dengan namanya mesin jahit, mesin jahit ini berfungsi untuk menggabungkan bagian yang satu dengan bagian yang lainnya, maksud dari “bagian” disini adalah elemen elemen yang akan di gabungkan menjadi sebuah produk jadi tekstil, seperti bagian lengan, kerah, badan, yang di buat berdasarkan pola. Banyaknya elemen bagian pada pakaian tergantung pada pola produk jadi tekstil yang kita buat. 
Penggunaan mesin jahit ini bemaksud untuk mempercepat proses pengerjaan sehingga waktu yang di perlukan untuk membuat produk jadi tekstil lebih cepat dan rapih, dan berpengaruh terhadap biaya produksi. Terutama untuk perusahaan garment yang lebih menekan biaya produksi dengan hasil yang baik.


Sejarah Mesin jahit

Mesin jahit ditemukan pertama kali oleh Charles Weishental pada tahun 1755. Dia adalah seorang imigran Jerman yang tinggal di Inggris. Dia mematenkan jarum temuannya yang dirancang untuk mesin. Namun paten tersebut tidak merinci mesin yang menggunakan jarum temuannya.
Pada tahun 1790, Thomas Saint juga memantenkan rancangan mesin jahitnya. Ciptaan Saint lebih maju dari Weishental. Sayangnya temuan Saint tidak dapat beroperasi.Hal yang sama juga terjadi pada Bathasar Krems, Warga berkebangsan Jerman ini menemukan mesin jahit pembuat topi pada tahun 1810. Berbeda dengan yang sebelumnya, dia tidak mematenkan temuannya karena mesin tersebut tidak pernah berfungsi dengan baik.
Berbagai upaya dilakukan untuk menghasilkan mesin jahit yang dapat beroperasi dengan baik dan banyak pula yang akhirnya menyebabkan perang paten.
Selanjutnya pada tahun 1814 seorang penjahit asal Austria, Josef Madersperger berusaha membuat mesin jahit dan mendapatkan paten. Tetapi temuannya dianggap gagal.
Kegagalan juga dialami oleh John Adams Dogie dan John Knowles dari Amerika pada tahun 1818. Mesin jahitnya gagal ketika digunakan untuk menjahit sejumlah kain. Pada tahun 1830, Barthelemy Thimonnier seorang penjahit asal Perancis menciptakan mesin jahi. Mesin ini hanya menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait seperti jarum bordir atau sulam. Sayangnya temuan ini tidak mendapat respon positif oleh masyarakat sekitar. Mereka yang merasa tersaingi oleh Barthelemy, membakar pabrik garmen milik Barthelemy dan dia hampir terbunuh karena peristiwa tersebut. Pada tahun 1834 Walter Hunt berhasil menciptakan mesin jahit yang lebih modern. Tetapi dia tidak mematenkan mesinnya, ia merasa akan menimbulkan pengangguran karena mesin jahit temuannya tersebut.
Pada tahun 1846 di Amerika Serikat merupakan puncak penemuan mesin jahit  oleh Elias Howe. Howe menciptakan mesin jahit yang menngunakan dua benang dari arah berlawanan dan memiliki jarum berlubang di ujungnya. Jarum itu didesak menembus kain dan membuat semacam lengkungan benang di sisi bawah kain. Sebuah benang dari arah lain disisipkan ke dalam lengkungan tadi. Lalu kedua benang membuat jalinan yang mengunci kain. Uniknya temuan ini inspirasi dari mimpinya. Namun setelah keberhasilannya tersebut, Howe dihadapkan pada masalah yaitu untuk mempertahankan paten dan memasarkan temuannya.
Mesin jahit belum menjadi barang produksi masal hingga tahun 1850an. Isaac Singer berhasil membuat mesin jahit dengan jarum jahit yang dapat digerakkan menggunakan kayuhan pedal kaki. Kemudian mesin ini dipasarkan secara massal pada tahun 1860.
James Gibbs menciptakan rangkaian benang tunggal yang pertama dan mendapatkan paten pada tahun 1857. Lalu tahun 1873, Helen Augusta Blanchard mendapat hak paten untuk mesin jahit yang bisa membuat pola zig zag yang pertama.Sejak saat itu, mesin jahit kemudian banyak digunakan pada industri garmen. Sebelum 1889, mesin jahit sudah digunakan oleh para penduduk. Pada tahun 1905, mesin jahit yang digerakkan oleh tenaga listrik sudah digunakan secara luas. Dan semakin majunya teknologi, muncul mesin jahit terobosan terbaru yaitu mesin jahit portable yang praktis dan mudah dibawa kemana mana. Dengan ditemukannya mesin jahit mempermudah pekerjaan dalam menjahit berbagai macam pakaian sesuai keinginan.


Nah sudah tahu kan pengertian dari mesin jahit? Eitss ternyata mesin jahit banyak macamnya lho ngga cuman satu aja! Masih ada mesin jahit portable, mesin jahit highspeed, mesin obras, mesin overdeck, dan masih banyak lagi yang mempunya fungsi, kegunaan yang berbeda2, nanti akan kita bahas, tunggu di blog selanjutnya yaaa….